Minggu, 22 Maret 2009

Campo Felice



KETIKA SUSTER JATUH TERGULING-GULING

Seorang suster yang baru pertama kalinya melihat salju, merasa senang bukan kepalang. Saking senangnya, saat menuruni gundukan salju, ia tidak hati-hati dan jatuh terguling-guling. Suster ini bukannya menjerit kaget, tapi malah tertawa berderai-derai, lupa pada penampilan yang biasanya ia jaga dengan rapih dan anggun.

Suasana tersebut tidak hanya dialami suster, tapi juga oleh sebagian besar peserta rekreasi. Sebanyak 93 suster, bruder, pastor serta sejumlah keluarga Oikumene dan KBRI Vatikan, mengadakan rekreasi pada hari Minggu, 15 Maret 2009. Rombongan menggunakan 2 bus dan sejumlah kendaraan pribadi. Bapak Suprapto Martosetomo ,Dubes RI untuk Tahta Suci beserta ibu, juga ikut, dengan mobil sendiri. Acara ini diselenggarakan oleh pengurus Irrika (Ikatan Rohaniwan/wati di kota Abadi).

Pertama-tama kami berkunjung ke biara Benediktin di Subiaco, sekitar 1 1/2 jam perjalanan dari Roma. Di biara Skolastika ini kami merayakan misa bersama para rahib Benediktin dan umat setempat. Sesudahnya kami makan siang di salah satu ruangan biara. KBRI Vatikan yang menyediakan makanan, menyiapkan masakan khas Indonesia, termasuk sambal dan kerupuk. Tidak heran sebagian peserta makan dengan amat lahap. “Sudah lama nggak makan rendang nih!”, ujar seorang romo projo yang tinggal di asrama.

Dari Subiaco, perjalanan dilanjutkan menuju Campo Felice, daerah pegunungan yang masih diselimuti salju. Tempat ini merupakan salah satu tujuan rekreasi orang Itali yang gemar bermain salju. Di sini kita bisa melihat hamparan salju sejauh mata memandang. Kita juga dapat naik ke atas pegunungan dengan kereta gantung. Dari atas gunung, orang-orang meluncur turun dengan Ski atau alat-alat luncur lain yang dapat disewa dengan mudah. Di sana-sini, sepeda motor Ski berseliweran saling balap. Demi keamanan, wilayah sepeda motor Ski diberi pembatas sehingga tidak saling mengganggu dengan mereka yang berjalan kaki. Yang jelas, dimana-mana terasa suasana suka-cita orang berekreasi.

Rombongan kami sempat kesulitan mencari tempat parkir. Maklumlah, areal parkir yang begitu luas, telah penuh dengan ratusan kendaraan lain yang telah datang lebih dahulu. Kendati banyak pengunjung, umumnya segala sesuatunya tertata cukup baik. Penjual makanan-minuman, souvenir serta penjaja alat-alat yang disewakan, masing-masing memiliki lahannya sendiri, tidak berebutan. Meski demikian, beberapa suster mengeluh bahwa Toilet Umum-nya kurang bersih.

Jam lima sore, setelah dua jam bermain-main di hamparan salju, kamipun kembali ke Roma. Sepanjang perjalanan, suasana tetap terasa hangat. Di rombongan Bus B, ada beberapa pastor yang pandai membuat orang terpingkal-pingkal karena leluconnya. Sementara beberapa suster dan pastor yang memiliki suara indah, terus memimpin berbagai nyanyian sampai kami semua kehabisan suara. Suasana dalam rombongan Bus A nampaknya tidak jauh berbeda.

Mengalami suasana lepas bebas bersama-sama, sungguh amat menyegarkan jiwa. Kami semua sepakat bahwa acara rekreasi setahun sekali ini amat diperlukan, meskipun beberapa harus jatuh terguling-guling di atas hamparan salju…..

Heri Kartono, OSC (Dimuat di Berita Paroki Pandu).

5 komentar:

isnar mengatakan...

Asik dong?
Jadi bisa melupakan rutinitas sehari-hari
Menghilangkan stress walau sesaat
tapi bisa menyegarkan jiwa ....

Hati-hati, jangan makan sambel banyak2 Mo,
ntar mules dan masuk rs lagi....he..he..

salam

triastuti mengatakan...

wah senangnyaa rekreasi ke pegunungan salju sambil bercengkerama ya Mo, sik asiiikk..Romo bejalar main ski jugakah ? barangkali itu cara lain dari menikmati salju yang pasti oke Mo, selain dengan cara bergulung-gulung, menggelinding, serta menggelundung di atasnya, hahaha....

Rosiany T.Chandra mengatakan...

Pastor yang pandai membuat orang terpingkal-pingkal yang dimaksud penulis itu siapa ya kalau bukan penulis sendiri?ho ho ho.....
Selamat deh,sudah menebarkan 'virus' ketawa di bus yg juga termasuk rekreasi yg menyegarkan juga kan,selain menggelinding di hamparan salju nan empuk

Lucas Nasution mengatakan...

menarik bahwa kata salju ada dalam khazanah bahasa kita meski natural di sebagian besar kawasan Indonesia tidak ada benda ini - ini aslinya bahasa arab ? lalu di arab apa ada salju ?

Lilian mengatakan...

Hm... artikel ini sy save, supaya suatu saat ingat untuk ke Camp Felice, kalau ada rezeki sampai ke sana... Hm, hm... tentu suster yang terguling-guling dapat pencerahan luar biasa sampai terpingkal-pingkal gitu... Bisa byangin deh, rasanya lepas bebas kayak gitu....